Rabu, 05 Februari 2014

S2 STAINU JAKARTA

Alhamdulillah, di tahun 2013 kemarin, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Nahdhatul Ulama(STAINU) yang berlokasi di JL.Taman Amir Hamzah No.5 Jakarta Pusat 10320, Mataraman Dalam, resmi membuka program S2 Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam Nusantara (SKIN) yang nantinya para lulusan berhak menyandang gelar Magister Humaniora (M.Hum). Sebagai warga Nahdiyin/Nahdiyat kita bangga tentunya NU memiliki program s2 SKIN ini. Bagi yang berminat untuk menjadi mahasiswa S2 STAINU silahkan mendaftar ke alamat yang tertera di atas. Dari segi biaya bisa di katakana terjangkau, sama dengan biaya program perkuliaahan di kampus-kampus lainnya Cuma agak lebih murah dikit. Disana bagi calon mahasiswa s2 yang ingin mendaftar maka bisa langsung masuk ke gedung dan menyerahkan beberapa persyaratan kepada Staf TU STAINU. Untuk persyaratan sebagai berikut : - Ijazah S1 Terakreditasi 2 lembar di legalisir - Transkrip nilai di legalisir 2 lembar - Karya ilmiah atau proposal tesis tentang keislaman dan kenusantaraan, khususnya islam nusantara minimal 15 halaman, di ketik 1,5 spasi, kertas A4, Times New Roman - Pas foto berwarna ukuran 2x3, 3x4, 4x6 masing-masing 5 lembar Biaya : - Biaya formulir Rp. 200.000 - Biaya pendaftaran Rp. 300.000 Adapun biaya setelah lulus ujian masuk* - SPP Per-Semester Rp. 3000.000 - Her-Registrasi Per-Semester Rp. 300.000 - Dana Forum Mahasiswa Rp. 250.000 Adapun beberapa keunggulan-keunggulan kuliah di s2 STAINU adalah : 1. Gedung bangunan kampus masih baru (selesai pembangunan 2013 awal) 2. Ruang kelas ber-AC 3. Memakai system pengajaran Multimedia canggih; lcd, proyektor, campaign, dll 4. Free wifi 5. Ruang kelas nyaman dan setiap kelas di isi maksimal 25 mahasiswa 6. Staf yang ramah 7. Tempat parker kendaraan mobil dan sepeda motor yang luas 8. Tingkat keamanan (security) sangat tinggi 9. Ketenangan dalam lingkup islami 10. Tenaga pengajarnya sangat teruji kompetensinya,: Dosen Pakar : • Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj • DR. KH. Hazim Muzadi • DR.KH. As’ad Said Ali • DR.KH. Mustofa Bisri • DR. KH. Ma’ruf Amin • KH. Hasyim Wahid, MA • KH. Abbas Mu’in. M.Hi • MA, Prof. H. Nur Syam, MA • Prof. DR. H. Machasin, MA • Prof. DR. H. Nasrudin MA • Prof. DR. H. Muhaimin AG, MA • Prof. DR. H. Nur Kholis Setiawan, MA • DR. H. Thib Raya, MA • DR. H. Amani Lubis, MA • DR. H. Qomaruddin Amir, MA • DR. H. Abdurahman Mas’ud, MA • DR. H. Aziz Fachrurozi, MA • H. Marsyudi Su’ud, SHI, MHI • H. Mundzir Suparta, SH • H. Sayuthi Nasution, MH • H. Agus Sunyoto, MA • H. Ahmad Baso, MH Dosen Tamu : • Prof. DR. Greeg Barton • Prof. DR. Greeg Fealy • Prof. DR. Martin Van Bruinessen • Prof. DR. Mitsuo Nakamura • Prof. DR. Maryam Aet Ahmed • “Adapun Dosen pengampu harian ada 26 akademisi pengajar yang kesemuanya bergelar Doktor”. Untuk jadwal perkuliahaan STAINU S2 ini di bagi menjadi 3 hari dalam seminggu yakni pada hari kamis, jum’at dan sabtu. Adapun materi SKIN perkuliahan yang di ajarkan adalah : -Bahasa Arab Bhasa Inggris wajib -Metodologi dan Pendekatan studi Islam Indonesia -Filsafat ilmu -Teori-teori Sosial budaya -Filsafat Sejarah -Historiografi -Genealogi dan Etnografi peradaban Islam Nusantara -Sejarah khazanah keilmuan Islam Nusantara -Seni dan Budaya Islam Nusantara -Studi Pesantren -Studi Tahqiq Naskah Nusantara -Sejarah Perekonomian Islam Nusantara -Sejarah Politik Islam Nusantara -Islam dan Negara -Studi Orientalisme dan Oksidentalisme -Kajian Mushaf Al-Qur’an Nusantara -Pemikiran Gusdur Jika kita lihat di google map, maka letak posisi kampus S2 STAINU ini sangat strategis, karena banyak berdekatan nama-nama bangunan terkenal ibu kota. Kalo kita datang ke STAINU S2 ini maka kita disuguhkan oleh keadaan lingkungan yang sangat sejuk dan asri, dimana di depan (pas)kampus terdapat Taman Paru-paru Jakarta bernama ‘Taman Amir Hamzah’, di sebelah kanan kampus(gandeng)terdapat Masjid Mataraman yang berdiri megah peninggalan kerajaan Mataram, di sebelah utara kampus berjejer warung-warung makanan mulai dari yang kelas ringan sampai makanan kelas berat semuanya ada disini. Berjalan kaki kedepan sekitar 3 menit, kita sudah sampai di Terminal dan Pasar Modern Manggari, geser dikit lagi kita sudah sampai di Perpustakaan Nasional, Maju kira-kira 1 KM dari PERPUSNAS RI kita sudah smapai di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), di depan UI kita sudah melihat Komisi Yudisial(KY). Dari UI kita geser kekiri sudah sampai di Kantor Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, geser lagi dikit kita sudah sampai di kantor Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Sebelah kiri kantor PBNU (gandeng) ada kantor Pusat Pegadaian Republik Indonesia, depan kantor pegadaian adalah kantor Pusat Palang Merah Indonesia. Waah.. lengkap banget pokoknya. Ayo Sahabat/Sahabati kita rame-rame masuk S2 STAINU JAKARTA. Oleh : DZULFIKAR REZKY, SH. Kamis 6 Februari 2014. Contact Person : Muhammad Idris Mas’udi : 081 286 844 484 Munzani : 081 585 433 906 Dzulfikar Rezky : 085 258 946 038

Selasa, 04 Februari 2014

BERPOLITIK ALA TIM SEPAK BOLA

Mengocak si kulit bundar dalam permainan sepak bola yang pada akhirnya si bola masuk dan mencium jaring dari gawang lawan(gol). Dalam proses mencetak gol tersebut diperlukan kerjasama tim yang kuat dan memiliki kesamaan tujuan dari tiap-tiap pemain sepak bola itu sendiri. Mulai dari sang striker yang mencetak gol nantinya, gelandang yang mengarahkan bola dekat dengan mulut gawang, sang libero yang menjadi komandan pertahanan dan mengkoordinasi bek kanan dan bek kiri untuk melindungi sang kipper yang memiliki tugas yang berat dengan menjaga gawangnya timnya sendiri. Begitupula hal ini dapat digunakan dalam pola perpolitikan kita. Politik adalah kendaraan kita untuk mencapai suatu tujuan bersama, tujuan di ibaratkan bola yang sukses mencetak gol. Politik juga membutuhkan pemimpin yang kuat serta cerdas dalam mengarahkan kebijakan dan keputusannya, layaknya dalam permainan bola adalah sang striker yang menendang bola hingga menembus ke gawang lawan. Para pengurus organisasi politik bertugas untuk mencari informasi, data penelitian di lapanagn, meyerap aspirasi konstituen, membantu kesejahteraan konstituen, dan mengatur strategi layaknya dalam permainan bola di ibaratkan sang gelandang yang selalu bekerja keras, berlari dari ujung ke ujung, mengocak bola dengan menghindari terjangan dari pihak lawan, jika melihat kesempatan maka akan mengumpan panjang pada pemain yang posisinya sangat sempurna untuk melakukan tendangan ke dalam gawang. Libero dan bek dalam dunia perpolitikan adalah perlunya kader-kader organisasi politik yang militan, kuat, memiliki jaringan yang besar, dan mampu mempertahankan ideologi organisasinya. Kipper dalam organisasi politik bisa di ibaratkan sebagai ‘masyarakat’ yang di wakili kepentingannya karena kesamaan ideolog yang dimiliki serta di perjuangkan hak-haknya oleh suatu organisasi politik. Jangan sampai rakyat mendapat kerugian dan ketidak adilan atas kemungkaran yang di lakukan oleh para pemimpin yang dzolim(striker dari pihak lawan) . Jakarta, 4 Februari 2014 Oleh : DZULFIKAR REZKY, SH